Anda seorang siswa mengalami masalah prestasi belajar? Anda bingung bagaimana cara meraih prestasi belajar di sekolah?  Tapi jangan bingung dulu dong, masih banyak cara yang dapat Anda lakukan sebagai siswa.

Salah satunya, mempelajari hal-hal penting berkaitan dengan prestasi belajar di matrapendidikan.com, gerbang menuju kesuksesan belajar siswa. Kami akan membantu Anda dalam mencari alternatif solusi prestasi belajar di sekolah.

Disni akan disajikan berbagai tips, cara dan info dalam rangka menuju gerbang kesuksesan belajar Anda di sekolah. Oleh sebab itu, baca dan pelajari caranya dulu, kemudian Anda terapkan secara bertahap.

Dan tidak ada salahnya Anda teruskan membaca artikel cara berprestasi atau meraih prestasi belajar di sekolah ini.

#Jalur prestasi belajar

Di sekolah, ada dua jalur prestasi. Prestasi akademik dan non-akademik. Prestasi akademik yaitu prestasi belajar yang diperoleh melalui proses belajar di ruang kelas. Anda harus mengikuti dengan baik setiap proses ini.

Prestasi non-akademik atau dikenal prestasi ekstrakurikuler diperoleh melalui berbagai jenis kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Tentu saja, tidak perlu Anda ikuti semua kegiatan itu. Pilih saja bidang apa yang Anda minati.

Misalnya bidang kesenian (seni suara, seni drama, dan seni lainnya). Dibidang olahraga juga begitu, banyak cabang olahraga prestasi yang dapat Anda pilih. Ikuti dengan baik dengan cara rajin berlatih di sekolah maupun di rumah.

#6 cara raih prestasi belajar

Nah, bagaimana cara agar berprestasi, katakanlah untuk menjadi siswa juara 1 di sekolah?

1.Menguasai cara belajar yang baik

Cara belajar yang baik perlu Anda kuasai sepenuhnya. Cara belajar yang baik adalah belajar yang menerapkan prinsip efektif dan efisien. Belajar tidak hanya di sekolah, di rumah juga harus belajar.

Kenyataannya, siswa yang menguasai cara belajar yang baik lebih berpeluang untuk meraih prestasi belajar yang diinginkan. Selain itu, perlu juga dikuasai bagaimana cara mempersiapkan ulangan harian, ulangan tengah semester dan ujian semester. Ulangan ini sangat menentukan nilai akumulatif yang akan ditulis dalam buku rapor.

2.Terampil membagi waktu

Mau tidak mau, seorang siswa harus mahir atau terampil membagi waktu. Terampil membagi waktu antara belajar, bermain, istirahat, dan lainnya. Tapi jangan lupa membantu orangtua, sekalipun membantu pekerjaan ringan dan sanggup dilakukan.

Oh, ya. Mungkin Anda juga punya gadget sebagai sarana untuk berselancar di dunia internet. Boleh saja Anda lakukan namun sekadarnya, jangan sampai menyita waktu untuk kegiatan yang lain di rumah. Misalnya, membangun persahabatan dan silaturrahmi dengan teman di dunia maya melalui facebook, twitter, netlog, instagram, dll.

3.Sukai semua mata pelajaran

Semua mata pelajaran itu penting. Guru mata pelajarannya juga penting untuk dihormati dan dipatuhi. Oleh sebab itu sukai semua mata pelajaran. Jangan bedakan mata pelajaran sulit, sedang atau mata pelajaran mudah.

Jika Anda sukai semua mata pelajaran yang ada di sekolah, tentu saja tidak ada mata pelajaran yang bernilai rendah sehingga rata-rata mata pelajaran menjadi tinggi. Inilah yang membuat Anda bisa menjadi juara atau berprestasi di sekolah.

4.Menjaga sikap dan tingkah laku

Pernahkah Anda melihat siswa yang berperilaku buru menjadi juara di sekolah? Tentu saja sangat langka terjadi. Siswa berprestasi itu umumnya menunjukkan sikap dan tingkah laku yang baik. Tidak hanya kepada guru, juga kepada teman sebaya, kakak tingkat maupun adik kelasnya.

Sikap dan perilaku siswa menjadi bagian penilaian di sekolah. Nilai yang tertera di buku rapor tidak semata nilai proses belajar. Tetapi mencakup semua aspek penilaian.

Guru maupun siswa lain akan menyenangi siswa yang selalu bersikap dan bertingkah laku baik. Guru akan bersedia membantu siswa yang bersikap dan berperilaku terpuji. Begitu pula siswa lain, akan mau berteman dengan Anda. Tentu saja Anda akan menjadi siswa yang banyak teman di samping meraih prestasi belajar yang tinggi.

5.Kerjakan tugas atau pekerjaan rumah

Mungkin setiap guru mata pelajaran akan memberi tugas atau pekerjaan rumah. Jangan mengeluh dan malas mengerjakannya. Kalau perlu semua pekerjaan rumah itu dikerjakan berkelompok. Bentuk kelompok belajar di rumah.

Tujuan guru memberikan tugas atau pekerjaan rumah bukan untuk membebani siswa. Melainkan untuk melatih siswa mengerjakan soal-soal. Mempermahir siswa terhadap materi pelajaran.

Dengan cara itu, siswa akan terbiasa belajar di rumah. Sebaliknya mengurangi kegiatan yang tidak perlu dilakukan oleh siswa.

Perlu Anda ingat, nilai dari tugas dan pekerjaan rumah akan menjadi unsur penilaian dalam rapor. Semua itu termasuk unsur nilai harian. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan untuk memperbaiki nilai atau menambah nilai suatu mata pelajaran melalui tugas dan pekerjaan rumah.

6.Aktif di kelas

Kalau guru menerangkan pelajaran, simak dengan baik penjelasan guru. Jika sudah paham segera catat materi yang penting tanpa harus disuruh terlebih dulu. Namun jika ada bagian materi pelajaran yang kurang dipahami silahkan ditanyakan pada guru. Bertanya menjadi langkah penting dalam mengasah keterampilan belajar di sekolah.

Mungkin juga selama pembelajaran guru akan mengajukan pertanyaan. Usahakan untuk mengacungkan telunjuk untuk menjawab pertanyaan guru tersebut. Mungkin saja jawaban Anda salah, namun itu lebih baik. Anda telah menunjukkan aktivitas belajar yang dinamis di dalam kelas.